MESKI belum termasuk kategori kamera DSLR high end, tapi Sony Alpha A900 ini sudah jauh lebih baik dari sekadar kamera DSLR kelas menengah. Orang menyebut kamera ini sebagai compact full-frame DSLR walaupun kalau dilihat dari bodinya, tidak ada sedikitpun kesan compact yang identik dengan kamera berukuran kecil. Tapi kalau sudah bicara soal kualitas, jangan remehkan kamera keluaran Sony ini. Sebagian besar bodi kamera ini dibuat dari aluminium meski ada beberapa bagian yang terbuat dari magnesium alloy. Sebagai akibatnya, kamera ini jadi terasa sangat kukuh saat digenggam. Walaupun bukan kamera dengan fitur rugged namun untuk sekadar mengimbangi aktivitas di luar ruangan para fotografer profesional, Sony Alpha A900 ini masih bisa diandalkan.
Walaupun Sony Alpha A900 ini adalah kamera buat para profesional tapi antarmuka yang disajikan cukup mudah dipahami dan tak perlu waktu terlalu lama untuk beradaptasi dengan kamera ini. Hanya karena mudah dipahami tidak berarti lantas kamera ini kehilangan taringnya. Pengaturan manual jelas masih disediakan dan memungkinkan pengguna menggali kreativitas dengan berbagai fitur yang disajikan. Meski layar LCD seluas 3 inci tetap ada namun salah satu syarat wajib kamera DSLR adalah viewfinder. Dilengkapi dengan sensor yang secara otomatis mematikan layar LCD saat ada objek yang mendekati lubang viewfinder, viewfinder yang terpasang pada kamera ini punya kualitas yang mengagumkan. Selain itu, lubang bidik ini juga punya cakupan sampai 100 persen dari frame view.
Salah satu fitur andalan kamera ini adalah Dynamic Range Optimiser yang pertama kali diperkenalkan pada produk A100. Fitur ini secara otomatis akan menyesuaikan kurva tone dari gambar untuk mencapai hasil maksimal pada situasi dengan kontras yang tinggi. Hasilnya keseimbangan gambar jadi tetap terjaga. Area gelap tidak kehilangan detail sementara area yang terkena sinar tak jadi terlalu terang. Berbekal Bionz image processor, Sony Alpha A900 ini menawarkan kemampuan mengambil gambar dalam kecepatan tinggi. Dalam pengaturan kualitas tertinggi sekalipun kamera ini masih sanggup mengambil gambar dengan kecepatan lima gambar dalam satu detik.
Sony pun tak lupa menyediakan slot kartu memori, bukan hanya satu tapi dua, untuk menampung hasil bidikan super cepat ini. Soal kualitas hasil bidikan jelas tak usah lagi dipertanyakan. Selama Anda memadukannya dengan lensa yang sama handalnya, hasil bidikan akan terlihat sangat tajam dengan warna-warna yang alami. Noise pun hampir tak terlihat kecuali jika Anda menggunakan ISO 800 ke atas pada kamera DSLR yang dijual dengan harga Rp 27 juta ini.(bs)
source : http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=70228
SPESIFIKASI:
Sensor : 24.81 megapixel imaging sensor, 35mm full frame Exmor CMOS
Lens : Interchangeable A-mount
Zoom : -
Viewfinder : TTL, 0.74 x, Diopter -1m-1 100% coverage of 35 mm Full-frame area
LCD Monitor : 3.0" TFT Xtra Fine (921k pixels) LCD
Maximum Aperture : -
Shutter Speed : 1/8000 second - 30 seconds
White Balance : Auto, Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten, Fluorescent, Flash
Flash : N/A
Shooting Modes : Single, Continuous
Photo Effects : -
Storage Media : CompactFlash, Memory Stick Duo
File Format : RAW, JPEG
Interfaces : USB, HDMI, A/V out
Dimension : 156.3 x 116.9 x 81.9mm
Walaupun Sony Alpha A900 ini adalah kamera buat para profesional tapi antarmuka yang disajikan cukup mudah dipahami dan tak perlu waktu terlalu lama untuk beradaptasi dengan kamera ini. Hanya karena mudah dipahami tidak berarti lantas kamera ini kehilangan taringnya. Pengaturan manual jelas masih disediakan dan memungkinkan pengguna menggali kreativitas dengan berbagai fitur yang disajikan. Meski layar LCD seluas 3 inci tetap ada namun salah satu syarat wajib kamera DSLR adalah viewfinder. Dilengkapi dengan sensor yang secara otomatis mematikan layar LCD saat ada objek yang mendekati lubang viewfinder, viewfinder yang terpasang pada kamera ini punya kualitas yang mengagumkan. Selain itu, lubang bidik ini juga punya cakupan sampai 100 persen dari frame view.
Salah satu fitur andalan kamera ini adalah Dynamic Range Optimiser yang pertama kali diperkenalkan pada produk A100. Fitur ini secara otomatis akan menyesuaikan kurva tone dari gambar untuk mencapai hasil maksimal pada situasi dengan kontras yang tinggi. Hasilnya keseimbangan gambar jadi tetap terjaga. Area gelap tidak kehilangan detail sementara area yang terkena sinar tak jadi terlalu terang. Berbekal Bionz image processor, Sony Alpha A900 ini menawarkan kemampuan mengambil gambar dalam kecepatan tinggi. Dalam pengaturan kualitas tertinggi sekalipun kamera ini masih sanggup mengambil gambar dengan kecepatan lima gambar dalam satu detik.
Sony pun tak lupa menyediakan slot kartu memori, bukan hanya satu tapi dua, untuk menampung hasil bidikan super cepat ini. Soal kualitas hasil bidikan jelas tak usah lagi dipertanyakan. Selama Anda memadukannya dengan lensa yang sama handalnya, hasil bidikan akan terlihat sangat tajam dengan warna-warna yang alami. Noise pun hampir tak terlihat kecuali jika Anda menggunakan ISO 800 ke atas pada kamera DSLR yang dijual dengan harga Rp 27 juta ini.(bs)
source : http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=70228
SPESIFIKASI:
Sensor : 24.81 megapixel imaging sensor, 35mm full frame Exmor CMOS
Lens : Interchangeable A-mount
Zoom : -
Viewfinder : TTL, 0.74 x, Diopter -1m-1 100% coverage of 35 mm Full-frame area
LCD Monitor : 3.0" TFT Xtra Fine (921k pixels) LCD
Maximum Aperture : -
Shutter Speed : 1/8000 second - 30 seconds
White Balance : Auto, Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten, Fluorescent, Flash
Flash : N/A
Shooting Modes : Single, Continuous
Photo Effects : -
Storage Media : CompactFlash, Memory Stick Duo
File Format : RAW, JPEG
Interfaces : USB, HDMI, A/V out
Dimension : 156.3 x 116.9 x 81.9mm
















